Minggu, 05 Juli 2015

KEBIJAKAN AHOK DI BULAN RAMADHAN | By @KompakDKI

Ahok menghimbau agar anak-anak lebih baik tidak usah ikut SOTR karena ini berbahaya, tidak ada yang bisa jamin keamanan mereka.
Add to Favorite
0

Chirpstory

Selasa, 30 Juni 2015

SINGA BATAK MUSLIM KEMBALI MENGAUM / BERBICARA : SURAT TERBUKA UNTUK WALIKOTA TANGERANG H. ARIEF RACHADIONO WISMANSYAH B.Sc, M.Kes : Pak Ahok saja (Gubernur DKI Jakarta) yang non-muslim berani berkata : “Rumah Makan Tak Perlu Ditutup Saat Puasa”, kemudian Kata Rayyan: “THINKERS FOR SOLUTION” / “PEMIKIR UNTUK SOLUSI” “SOLUTION FOR THE NATION AND THE STATE” / “SOLUSI UNTUK BANGSA DAN NEGARA”



Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Kuliah Subuh untuk Bang H. Arief Rachadiono Wismansyah B.Sc, M.Kes. Good Morning / Selamat Pagi Magister Kesehatan, kenapa masih pagi (baru) di Bulan Suci Ramadhan 1436 H / 2015, sudah bikin peraturan dibukanya Rumah Makan (Warteg, RM. Padang, dll) hanya boleh dibuka pkl. 15.00 WIB dengan ancaman penyegelan. Pemilik Warteg banyak yang komplen :
Kalau Bang Arief (Walikota Tangerang) kena pelanggaran HAM. Emangnya Bang Arief mau bertanggung jawab kerugian kami, karena peraturan dimulai buka RM pkl. 15.00 WIB.
Kerugian Hak Azasi Kami :

-         Berkurangnya jam waktu kerja karyawan.
-         Berkurangnya jam waktu dibukanya Warteg.

Kenapa RM yang beken seperti : KFC, McDonald, dll tidak dikenakan peraturan tersebut?
Apakah hukum sudah runcing kebawah dan tumpul ke atas?

Kata Rayyan : Bang H. Arief, yang banyak pengalamannya harus bijaksana terhadap rakyat kecil sesuai dengan surat saya yang pertama kepada Bang H. Arief.
Saya tahu sedikit banyaknya tentang pengalaman Bang H. Arief sbb :

  • Sebelum jadi Walikota Tangerang, Bang H. Arief sebagai Wakil Walikota Tangerang dengan Walikotanya bernama : Drs. H. Wahidin M.Si yang diusung oleh Partai Demokrat.
  • Kemudian Drs. H. Wahidin M.Si mengundurkan diri dari jabatan Walikota Tangerang di tahun 2013 karena akan mencalonkan diri sebagai DPR-RI 2014-2019 dan digantikan oleh Wakilnya : H. Arief Rachadiono Wismansyah B.Sc, M.Kes peroide 2013 – 2018.
  • Bang H. Arief kelahiran Tangerang, 23 April 1977, sebelum jadi Wakil dan Walikota Tangerang, merupakan pengusaha pemilik Rumah Sakit Sari Asih Group mengikuti bisnis kedua orang tuanya : H. Marsudi Haryoputro dan Siti Rochayah dari Kebumen.
  • Bang H. Arief sempat kuliah di Amerika Serikat dengan gelar S1 di Western Michigan University Amerika Serikat dan S2 di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
  • Kegiatan Islaminya Bang H. Arief pernah jadi DKM Mesjid Raya Al-Azhom,
  • Dan Ketua Dewan Penasehat “Gerakan Pemuda (GP) Anshor” Kota Tangerang.


Untuk itu kami “Dewan PABAN” / “Dewan Pemikir Agama, Bangsa dan Anak Negara”, sekali lagi menghimbau kepada Bang H. Arief sebagai Walikota Tangerang untuk me-revisi / mengadakan Perbaikan Peraturan No. 1 tentang jadwal dibukanya Rumah Makan di Bulan Suci Ramadhan 1436 H/ 2015 untuk Tahun ini dan Tahun seterusnya.
Jangan kalah dengan Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta) yang non-muslim saja member peraturan yang Islami (lihat Surat Pertama Saya) :
“Rumah Makan Tak Perlu di Tutup Saat Puasa”
 
Wal Jazaakumulloh Khair…
“SEMOGA ALLOH SWT. MEMBERI RAHMATNYA TERUTAMA DI BULAN SUCI RAMADHAN INI KEPADA PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA, AGAR MENCAPAI : BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUR / NEGERI YANG BAIK (SEJAHTERAH) DAN ALLOH MENGAMPUNI (SEHINGGA DIJAUHKAN DARI MUSIBAH ATAU BENCANA APAPUN)”. 
AMIN, AMIN, YA ROBBAL – AA’LAMIIN.

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

Dari Anak Bangsa Indonesia
Ustadz Haji Rayyan Syahrial Hasibuan
“Religious Thinkers,  The Nations and The State”
“Pemikir Agama, Bangsa dan Negara”
HP. Private Number : +62812 1545 2500


 
Tembusan: 
• Kepada Yang Terhormat,
   Presiden Republik Indonesia
   Ayahanda Insinyur Haji Joko Widodo

• Kepada Yang Terhormat,
- Ketua DPR-RI
- Ketua DPRD se-Indonesia

• Kepada Yang Terhormat,
- Ketua Dewan Penangkal Petir GeCarMuk (Gerakan Cari Muka)


Stempel SekNeg. Republik Indonesia 
Stamp Secretary of State of The Republic of Indonesia







Minggu, 28 Juni 2015

Ahok: Rumah Makan Tak Perlu Ditutup saat Puasa

, CNN Indonesia
Ahok: Rumah Makan Tak Perlu Ditutup saat Puasa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak menyoalkan keberadaan warung makan yang tetap buka di Jakarta selama Ramadan. Ahok mengatakan,  ibadah puasa yang akan mulai dijalankan umat Islam mulai esok hari seharusnya tidak memengaruhi waktu operasional warung makan selama satu bulan ke depan.

"Rumah makan buka saja, hanya ditutupin begitu. Kenapa kamu memaksa orang yang tidak puasa untuk ikut puasa?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/6).


Perkataan Ahok tersebut sebenarnya sesuai dengan peraturan pembatasan jam operasional tempat-tempat hiburan yang telah dikeluarkan Dinas Pariwisata DKI Jakarta jelang Ramadan tahun ini.

Berdasar Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Nomor 34/SE/2015 tentang Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H, tempat hiburan yang harus ditutup selama bulan puasa adalah klub malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin jenis bola ketangkasan, serta usaha bar yang berdiri sendiri dan yang melekat pada klub malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, dan bola ketangkasan.

Tempat hiburan yang jam operasionalnya diizinkan buka mulai pukul 20.30 dan tutup pada 01.30 WIB adalah tempat karaoke, live music, dan bola sodok yang menjadi fasilitas di tempat karaoke dan live music.

Pemerintah Jakarta juga mengizinkan tempat hiburan yang tetap buka selama Ramadan adalah usaha akomodasi sejenis hotel, motel, losmen, resort, penginapan remaja, hunian wisata, caravan, pondok wisata dan wisma, usaha penyediaan makan dan minum seperti restoran, pusat jajan, jasa boga dan bakeri.

"Secara umum tidak ada larangan warung makan buka saat Ramadan tahun ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Purba Hutapea.

Berbeda dengan penerimaannya terhadap rumah makan yang tetap buka selama Ramadan, Ahok memandang pelaksanaan ritual sahur on the road (SOTR) yang kerap dilakukan saat Ramadan justru perlu diawasi dengan lebih ketat mulai tahun ini.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, pengawasan terhadap penyelenggaraan SOTR diperlukan agar tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi saat acara tersebut dilakukan oleh anak-anak muda di ibu kota.

"Intinya kami tidak mau ada satu contoh teladan yang salah. SOTR dari niatnya bagus tapi menjadi tempat ngumpul-ngumpul, nyampah segala macam, ya tidak selesai dong. Buat apa puasa kalau buang sampah sembarangan?" kata Ahok. (rdk)