Minggu, 05 Juli 2015

Ahok Mengatakan, tidak akan Paksa Rumah Makan Tutup di Bulan Ramadhan

Selasa , 09 Juni 2015 23:57
http://fajar.co.id/wp-content/uploads/2015/03/Ahok-tertawa.jpg
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama

 JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memaksa seluruh rumah makan tutup selama bulan puasa berlangsung.
Menurutnya, keharusan rumah makan ditutup atau tidak saat bulan puasa tergantung tafsiran dari orang-orang saja.
“Itu tafsiran orang masing-masing ya. Kalau kata teman saya yang muslim justru akan dapat pahala kalau dia bisa menahan diri (sementara rumah makan buka). Makanya tergantung masing-masing orang,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Kata Ahok, ia memiliki teman-teman beragama Muslim yang tidak memaksakan agama untuk ikut berpuasa. Menurutnya, tidak memaksa agama lain untuk ikut berpuasa adalah sebuah bentuk tenggang rasa.
“Temen saya yang beragama islam dia bilang ‘Ya kalau saya puasa kenapa saya mesti paksa orang puasa?’ Sama kaya di pesawat kan, mohon maaf bagi yang beribadah puasa ngga dibagi,” katanya.
Pernyataan Ahok ini disampaikan terkait polemik pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan.
Menteri Lukman sendiri mengatakan bahwa kicauannya di twitter tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama.
“Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.[dem]

Ahok Mengatakan, tidak akan Paksa Rumah Makan Tutup di Bulan Ramadhan

Selasa , 09 Juni 2015 23:57

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama
 JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memaksa seluruh rumah makan tutup selama bulan puasa berlangsung.
Menurutnya, keharusan rumah makan ditutup atau tidak saat bulan puasa tergantung tafsiran dari orang-orang saja.
“Itu tafsiran orang masing-masing ya. Kalau kata teman saya yang muslim justru akan dapat pahala kalau dia bisa menahan diri (sementara rumah makan buka). Makanya tergantung masing-masing orang,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Kata Ahok, ia memiliki teman-teman beragama Muslim yang tidak memaksakan agama untuk ikut berpuasa. Menurutnya, tidak memaksa agama lain untuk ikut berpuasa adalah sebuah bentuk tenggang rasa.
“Temen saya yang beragama islam dia bilang ‘Ya kalau saya puasa kenapa saya mesti paksa orang puasa?’ Sama kaya di pesawat kan, mohon maaf bagi yang beribadah puasa ngga dibagi,” katanya.
Pernyataan Ahok ini disampaikan terkait polemik pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan.
Menteri Lukman sendiri mengatakan bahwa kicauannya di twitter tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama.
“Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.[dem]
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/06/09/ahok-mengatakan-tidak-akan-paksa-rumah-makan-tutup-di-bulan-ramadhan.html#sthash.RedLtndJ.dpuf

Ahok Mengatakan, tidak akan Paksa Rumah Makan Tutup di Bulan Ramadhan

Selasa , 09 Juni 2015 23:57

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama
 JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memaksa seluruh rumah makan tutup selama bulan puasa berlangsung.
Menurutnya, keharusan rumah makan ditutup atau tidak saat bulan puasa tergantung tafsiran dari orang-orang saja.
“Itu tafsiran orang masing-masing ya. Kalau kata teman saya yang muslim justru akan dapat pahala kalau dia bisa menahan diri (sementara rumah makan buka). Makanya tergantung masing-masing orang,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Kata Ahok, ia memiliki teman-teman beragama Muslim yang tidak memaksakan agama untuk ikut berpuasa. Menurutnya, tidak memaksa agama lain untuk ikut berpuasa adalah sebuah bentuk tenggang rasa.
“Temen saya yang beragama islam dia bilang ‘Ya kalau saya puasa kenapa saya mesti paksa orang puasa?’ Sama kaya di pesawat kan, mohon maaf bagi yang beribadah puasa ngga dibagi,” katanya.
Pernyataan Ahok ini disampaikan terkait polemik pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan.
Menteri Lukman sendiri mengatakan bahwa kicauannya di twitter tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama.
“Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.[dem]
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/06/09/ahok-mengatakan-tidak-akan-paksa-rumah-makan-tutup-di-bulan-ramadhan.html#sthash.RedLtndJ.dpuf

Ahok Mengatakan, tidak akan Paksa Rumah Makan Tutup di Bulan Ramadhan

Selasa , 09 Juni 2015 23:57


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama
 JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memaksa seluruh rumah makan tutup selama bulan puasa berlangsung.
Menurutnya, keharusan rumah makan ditutup atau tidak saat bulan puasa tergantung tafsiran dari orang-orang saja.
“Itu tafsiran orang masing-masing ya. Kalau kata teman saya yang muslim justru akan dapat pahala kalau dia bisa menahan diri (sementara rumah makan buka). Makanya tergantung masing-masing orang,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Kata Ahok, ia memiliki teman-teman beragama Muslim yang tidak memaksakan agama untuk ikut berpuasa. Menurutnya, tidak memaksa agama lain untuk ikut berpuasa adalah sebuah bentuk tenggang rasa.
“Temen saya yang beragama islam dia bilang ‘Ya kalau saya puasa kenapa saya mesti paksa orang puasa?’ Sama kaya di pesawat kan, mohon maaf bagi yang beribadah puasa ngga dibagi,” katanya.
Pernyataan Ahok ini disampaikan terkait polemik pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan.
Menteri Lukman sendiri mengatakan bahwa kicauannya di twitter tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama.
“Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.[dem]
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/06/09/ahok-mengatakan-tidak-akan-paksa-rumah-makan-tutup-di-bulan-ramadhan.html#sthash.RedLtndJ.dpuf

Ahok Mengatakan, tidak akan Paksa Rumah Makan Tutup di Bulan Ramadhan

Selasa , 09 Juni 2015 23:57


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama
 JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memaksa seluruh rumah makan tutup selama bulan puasa berlangsung.
Menurutnya, keharusan rumah makan ditutup atau tidak saat bulan puasa tergantung tafsiran dari orang-orang saja.
“Itu tafsiran orang masing-masing ya. Kalau kata teman saya yang muslim justru akan dapat pahala kalau dia bisa menahan diri (sementara rumah makan buka). Makanya tergantung masing-masing orang,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Kata Ahok, ia memiliki teman-teman beragama Muslim yang tidak memaksakan agama untuk ikut berpuasa. Menurutnya, tidak memaksa agama lain untuk ikut berpuasa adalah sebuah bentuk tenggang rasa.
“Temen saya yang beragama islam dia bilang ‘Ya kalau saya puasa kenapa saya mesti paksa orang puasa?’ Sama kaya di pesawat kan, mohon maaf bagi yang beribadah puasa ngga dibagi,” katanya.
Pernyataan Ahok ini disampaikan terkait polemik pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan.
Menteri Lukman sendiri mengatakan bahwa kicauannya di twitter tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama.
“Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.[dem]
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/06/09/ahok-mengatakan-tidak-akan-paksa-rumah-makan-tutup-di-bulan-ramadhan.html#sthash.RedLtndJ.dpuf

Ahok Jamin Stok Sembako Jakarta pada Bulan Ramadhan Aman

Kamis, 21 Mei 2015 | 20:14 WIB
KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan di acara Women for the World, di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (7/5/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan kebutuhan sembako menjelang dan saat bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Juni 2015 ini.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pangan untuk melakukan perhitungan kebutuhan warga Jakarta selama satu bulan. 

"Kami sudah minta PD Dharmajaya dan Food Station (PT Food Station Tjipinang Jaya) untuk menjaga sembako. Kalau saya lihat hitungan stok semuanya, Ramadhan ini kami aman," kata Basuki, seusai meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Bahari Gandaria Selatan, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Ia juga meminta PD Pasar Jaya untuk mendata para pedagang. PD Pasar Jaya juga diminta menstabilkan harga sembako. Tujuannya agar pedagang tidak sembarangan lagi menetapkan harga dagangan mereka.

"PD Pasar Jaya sudah saya tekan, kami lagi data para pedagang. Kalau kamu dapat barang murah dan jual lebih mahal, kamu mau saya usir dari toko kami. Kami mau bicara kasarnya itu," kata Ahok, sapaan Basuki.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Darjamuni mengatakan instansinya telah menambah pasokan daging. Biasanya, lanjut dia, permintaan daging meningkat 10-20 persen pada bulan Ramadhan.

Kebutuhan daging sapi pada hari biasa sebesar 161 ton perharinya. "Saya sudah kerjasama dengan kepala Dirut PD Dharmajaya, Insya Allah harganya stabil. Menjelang lebaran malah kami sudah stok daging sapi sampai 200 ton per hari," kata Darjamuni.

Saat bulan Ramadhan dan Lebaran, instansinya akan menjaga harga daging pada kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu tiap kilogram.

KEBIJAKAN AHOK DI BULAN RAMADHAN | By @KompakDKI

Ahok menghimbau agar anak-anak lebih baik tidak usah ikut SOTR karena ini berbahaya, tidak ada yang bisa jamin keamanan mereka.
Add to Favorite
0

Chirpstory