Senin, 27 Juni 2016

MR.THINKER: "DICARI TRANSMIGRASI DAN GUBERNUR DI PLANET MARS"
               
PERSYARATAN:
-PUNYA NYAWA DAN ADA KEMAUAN,
-PUNYA NYALI (KALAU CUMA NYALI KRUPUK LEBIH BAIK JANGAN),
-PUNYA ILMU PENGETAHUAN DUNIA & AKHIRAT, MISAL: KE-PEMERINTAH-AN, PENGALAMAN KERJA, BAKAT KETERAMPILAN, BERCOCOK TANAM, PETERNAKAN, DLL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN,
-TIDAK BISA PULANG KE KAMPUNG HALAMAN (PLANET DUNIA), KECUALI 20TAHUN SEKALI,

TUNJANGAN DAN FASILITAS:
-DIBERI LAHAN TANAH SEDIKITNYA 2HA, 
-DIBERI MODAL KEHIDUPAN SANGAT BESAR, SEPERTI: RUMAH, MOBIL, MOTOR, SEPEDA, ALAT2 BERCOCOK TANAM, PETERNAKAN, DLL, + PEMAKAMAN GRATIS.

LAIN-LAIN:
-BOLEH MEMBAWA KELUARGA SEBANYAK-BANYAKNYA WALAUPUN SATU KAMPUNG, KAWAN, TUNANGAN, DLL,
-MATA UANG YANG BERLAKU HANYA DOLLAR AMARIKA.

TEKNOLOGI

NASA Temukan Tanda-tanda Air di Planet Mars

Tanda-tanda air itu ada di lereng Lineage, Kawah Gale.
NASA Temukan Tanda-tanda Air di Planet Mars
Foto permukaan Mars yang diambil rover Curiosity (DailyMail | Credit: NASA)

VIVA.co.id – Para ilmuwan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim telah menemukan petunjuk keberadaan air di Mars. Hal ini menjadi secercah harapan sebab NASA ingin mengirimkan manusia di Planet Merah tersebut. Dilansir Engadget, Senin, 27 Juni 2016, NASA mengungkapkan kendaraan robotik yang berada di Mars, yakni Curiosity menemukan satu wilayah yang diduga sumber air. Wilayah tersebut berada di lereng Lineae, tepatnya di sekitar Kawah Gale Planet Mars.
Ilmuwan NASA ?melihat ada tanda-tanda air itu dari foto yang diambil oleh Curiosity di lereng Lineae. Sampel foto itu dibutuhkan dalam keadaan komplit. Artinya, Curiosity akan fokus terus menangkap gambar di lereng tersebut untuk mendapatkan jawaban soal sumber air di Mars.
Meski NASA telah menemukan bukti adanya tanda air, tapi bukan berarti Curosity bisa menemukan kehidupan di Mars. Sebab, NASA menghadapi tantangan lainnya selain air, yaitu kondisi lingkungan Mars yang cukup keras, mulai dari radiasi hingga kadar oksigen.
Namun, adanya sumber air akan menjadikan batu loncatan. Temuan air tersebut akan membantu merencanakan misi selanjutnya, yakni jalan mencari kehidupan. Dengan memastikan keberadaan unsur kehidupan, planet tersebut akan memungkinkan dihuni oleh makhluk hidup selain di Bumi.
Saat ini diketahui, Mars menjadi planet yang paling diburu oleh berbagai lembaga pemerintah atau swasta. Seperti NASA yang akan mengirimkan misi berawak pada 2030-an, sedangkan SpaceX mengaku siap mengantarkan manusia menginjak kaki di Mars pada 2018.
Sementara itu, organisasi nirlaba asal Belanda, Mars One terus menyeleksi relawan yang akan dikirimkan ke Planet Merah. Mars One menerima 200 ribu calon relawan, yang sekarang dipangkas menjadi 100 relawan. Mereka siap mengirimkan manusia ke Mars pada 2026.
(ren)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar