David Cameron. Reuters.dok
Merdeka.
com - Menanggapi pernyataan Donald Trump yang berjanji menutup akses muslim masuk Amerika Serikat dalam kampanye bakal calon presiden Partai Republik, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut bila hal tersebut sebagai aksi 'pemecah belah', tak tertolong, dan sangat menyalahi aturan. "Cameron sangat tidak setuju terkait niatan (Trump) tersebut," tutur Cameron melalui Juru Bicaranya, Downing Street, seperti dikutip BBC, Selasa (8/12). Tidak hanya Cameron, sejumlah politisi Inggris seperti pemimpin buruh Jeremy Corbyn dalam cuitan menulis bila Trump telah mencederai nilai-nilai demokratis dan penghinaan terhadap umat manusia.
Merdeka.com - Menanggapi pernyataan Donald Trump yang berjanji menutup akses muslim masuk Amerika Serikat dalam kampanye bakal calon presiden Partai Republik, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut bila hal tersebut sebagai aksi 'pemecah belah', tak tertolong, dan sangat menyalahi aturan. "Cameron sangat tidak setuju terkait niatan (Trump) tersebut," tutur Cameron melalui Juru Bicaranya, Downing Street, seperti dikutip BBC, Selasa (8/12). Tidak hanya Cameron, sejumlah politisi Inggris seperti pemimpin buruh Jeremy Corbyn dalam cuitan menulis bila Trump telah mencederai nilai-nilai demokratis dan penghinaan terhadap umat manusia. ======================================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar