Kamis, 29 September 2016


DUNIA

Bayi Ini Lahir dengan 31 Jari Tangan dan Kaki

Kondisi fisik langka ini bukan kali pertama terjadi.
Bayi Ini Lahir dengan 31 Jari Tangan dan Kaki
Bayi berjari banyak di China. (UPI.com)
 VIVA.co.id – Seorang bayi  laki-laki di China lahir dengan total 31 jari tangan dan kaki. Dalam sebuah video yang direkam di Ningbo City Sixth Hospital terlihat, bayi itu terlihat memiliki 15 jari tangan dan 16 jari kaki.
Dilansir dari laman UPI, Rabu, 28 September 2016, dokter di rumah sakit setempat mengatakan bayi tersebut akan menerima serangkaian operasi gratis, untuk mengembalikan jumlah normal jarinya.
Sebelumnya, kedua orangtua dari bayi tersebut enggan untuk mencari bantuan medis, karena biaya yang dibutuhkan untuk operasi dan perawatan sangat besar. Setelah bayi tersebut berusia enam bulan, kedua orangtua akhirnya berkonsultasi dengan dokter.
Pihak dokter mengatakan, bayi tersebut membutuhkan banyak operasi dalam tahun-tahun mendatang, dan untuk menangani efek samping lainnya. Namun pihak rumah sakit bersedia untuk membebaskan sebagian besar biaya untuk perawatan, sampai ia mencapai usia 16 tahun.
Kondisi fisik langka ini bukan kali pertama terjadi. Di India, seorang gadis bernama Lakshmi lahir dengan empat tangan dan empat kaki. Ia mengalami kesulitan bergerak. Namun setelah kembar parasitnya dihilangkan, ia akhirnya bisa bergerak bebas.
Hal langka lainnya juga dialami Cassandra Bankson yang merasakan suatu keanehan di organ vitalnya. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter ahli, dia sangat terkejut lantaran dokter memberitahu bahwa ia memiliki organ vital ganda. 



=============================== 

DUNIA

Mantan Tentara Mengamuk, Lemparkan Granat di Pesta Nikah

Pesta itu adalah pesta pernikahan anak perempuannya.
 
Mantan Tentara Mengamuk, Lemparkan Granat di Pesta Nikah
Ilustrasi granat (Getty Images)

VIVA.co.id – Bagi sebagian besar orang, pernikahan adalah acara bahagia. Namun pengantin di Yaman ini justru menuai duka di acara pernikahan mereka.
Sebuah pernikahan di Yaman berakhir tragis. Ayah mempelai perempuan tiba-tiba mengamuk dan melontarkan dua granat yang kemudian meledak. Pesta menjadi porak poranda.
Ledakan granat tersebut menewaskan sang ayah si pelempar granat, delapan perempuan, dan empat anak. Dalam suasana duka, kerabat dan keluarga yang berada dalam peristiwa tersebut menggambarkan duka mendalam mereka pada media.
Seperti diberitakan oleh Al Arabiya, 29 September 2016, selain korban tewas, ledakan granat itu juga melukai 18 anggota keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak.
Menurut keterangan saksi yang juga masih keluarga pengantin, insiden itu terjadi di pernikahan sepupu mereka di kota Yarim,Yaman.
Hazaa Sharman, ayah mempelai perempuan adalah seorang mantan tentara, yang setelah pensiun menderita gangguan mental. Ia dikabarkan kerap mengamuk dan marah-marah. Setelah pensiun dari tentara, Sharman ternyata masih menyimpan senjata perang, termasuk granat.
Kepemilikan senjata pribadi, termasuk granat dan senapan di Yaman membanjir setelah negara tersebut dilanda perang saudara. Para pemilik kadang menggunakan senjata mereka dalam acara-acara tradisi di negara tersebut, termasuk dalam pernikahan.
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar