Jumat, 30 September 2016

Kapolda Metro Jaya: Tinggal di Rusun Berkah 

Arga sumantri    •    Jumat, 30 Sep 2016 13:42 WIB
Kapolda Metro Jaya: Tinggal di Rusun Berkah
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan . Foto: MTVN/Arga Sumantri
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarat yang tinggal di bantaran kali, waduk, pinggir rel dan tempat lain yang menduduki lahan negara diimbau mematuhi aturan dan bersedia direlokasi ke rumah susun. Selain untuk kebaikan masyarakat DKI Jakarta, pindah ke rusun dari tempat yang kumuh dapat memperbaiki pola hidup dan tumbuh kembang anak.

Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menyambangi Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Selain mengunjungi warga Bukit Duri yang pindah ke rusun, kedatangan Iriawan juga sekaligus menggelar bakti sosial.

"Terima kasih kepada bapak, ibu yang mau pindah ke Rawa Bebek dan pindah dari Ciliwung. Ciliwung akan dibersihkan, karena itu jalannya air. Kalau bersih, Jakarta akan bebas banjir, banjir yang merugikan masyarakat," kata Iriawan di Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).

Iriawan juga berharap warga Bukit Duri yang sudah tinggal di rumah rusun mau mengajak rekan dan kerabatnya yang masih bertahan. Sebab, menurut Iriawan, tinggal di rusun lebih manusiawi daripada tinggal di bantaran kali.

"Karena bebas banjir dan tinggal di sini berkah. Dari yang biasanya kebanjiran dan di sini tidak, itu pahalanya lebih banyak," ujar Iriawan.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai alasan kuat merelokasi warga dari bantaran sungai. Salah satunya untuk mengurangi masalah banjir. Dia juga meminta warga mendukung program itu. "Mungkin ke depannya Kali Krukut akan dilebarin,” kata Iriawan.

Pemprov DKI merelokasi warga yang tinggal di 400 bidang bangunan di Bukit Duri. Tepatnya di RW 09, 10, 11, dan 12. Kawasan tersebut terkena dampak pembangunan proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Pemerintah menyediakan 400 unit Rumah Susun Rawa Bebek untuk warga yang kena penertiban. Sebanyak 313 unit sudah diambil kuncinya. Masih ada 70 unit Rusun Rawa Bebek belum diambil warga yang kena penertiban.
 



(FZN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar